Halaman

Senin, 19 Maret 2012

Teknik Kompresi Video Conference

Memasuki tentang materi kompresi video konference, saya akan menjelaskan sedikit tentang detail kompresi.

Menurut sumber yang saya dapatkan, bahwa untuk mengirim sinyal suara dan gambar melewati media data transfer memerlukan bandwith, yaitu kebutuhan bandwith suara sebesar 64Kbps, dan kebutuhan bandwith video sebesar 9Mbps. Sehingga memerlukan bandwith yang sangat lebar.
Dengan teknik kompresi, bisa memperkecil bandwith menjadi sebesar 6Kbps untuk suara dan 30Kbps untuk video. Jadi kita bisa melakukan video konference dengan layanan internet yang tidak terlalu cepat.

Ada dua jenis teknik kompresi pada saat ini, yaitu standar H261, dan standar H263.  Standar H261 biasanya menggunakan kanal ISDN dengan kecepatan p x 64Kbps, dimana p adalah 1, 2, 3, …, 30. Yang kedua adalah H.263 di khususkan untuk mengirimkan gambar video berkecepatan rendah mulai dari 20-30Kbps ke atas. Perlu diketahui untuk video berkecepatan 30 fps memerlukan 9Mbps biasanya kita mengurangi jumlah frame yang dikirim, misalnya menjadi 10fps. Beberapa teknik kompresi digunakan mulai dari yang paling kecil hasilnya yaitu 133:1 s/d yang akan memakan banyak bandwidth (500Kbps) dengan rasio kompresi 6:1


Pada tabel diatas Terlihat bahwa video10fps hasil kompresi 133:1 dapat dikirimkan dalam kanal 23Kbps dengan rata-rata Signal To Noise Ratio 38.51dB, cukup lumayan.

A. Standar H-263

Standar H.263 di publikasikan oleh International Telecommunications Union (ITU) sekitar tahun 1995/1996, Teknik kompresnya adalah sebagai berikut:
Video frame akan ditangkap di sumber / pengirim dan di enkode (dikompress) dengan video enkoder. Aliran video yang terkompres kemudian dikirimkan melalui jaringan dan di ujungnya di dekode (dekompresi) menggunakan video dekoder. Frame yang di dekode ini yang kemudian akan di tampilkan ke monitor.


B. Standar H-261

Pengiriman Video Melalui  H-261 (ISDN)  berbeda dengan H.263, H.261 dirancang untuk pengiriman video melalui jaringan Integrated Services Digital Network (ISDN). Merupakan standar video coding yang dibuatoleh CCITT (Consultative Commitee for International Telephone and Telegraph) padatahun 1988-
1990.
Pada aplikasi ini, keterbatasan gerakan video menjadi bagian terpenting. Kecepatan bitrate antara p x 64Kbps. Dimana p adalah frame rate (antara 1 sampai 30). Susunan frame H.261 berurutan dimana  setiap 3 buahframe (I) dibatasidengan 1 buah inter-frame (P). Strukturdan format video dapatdigambarkan,


Mempunyai 2 tipe frame yaitu: Intra-frame (I-frame) danInterfame (P-frame) :
           1.  I-frame digunakanuntukmengaksesbanyak pixel.
           2.  P-frame digunakansebagai “pseudo-differences“ dari frame yangsebelumnyake frame sesudahnya, dimana  antar frame terhubungsatusama lain.
          Agar lebih efektif , H.261 menentukan banyak parameter system.Hanya pembagian warna YUV dengan perbandingan 4:2:0dapat digunakan secara standar. Sebagai tambahan, H.261 hanya menggunakan 2 ukuran frame, CIF (352 x 288) dan QCIF (176 x 144). Seperti standar JPEG, setiap bagian warna gambar dibagi dalam 8 x 8 blok pixel.
           Disampingmengkodekansetiapbloksecaraterpisah, H.261 mengelompokkan 4 blok Y, 1 blok U, dan 1 blok V bersama-sama dalam satu unit yang disebut macroblock.
Macroblock adalah unit dasar untuk kompresi.

Gambar 3. Standar H-261


Demikian penjelasan singkat untuk kompresi video konference.. Semoga bermanfaat.

Sumber:
I GEDE PUTU BAGUS PRIMADASA . 2011 . KOMPRESI VIDEO CONFERENCE
DENGAN STANDAR H-263 DAN H-261
, penerbit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar